Sebenarnya saya sdh lama tdk mau membaca koran ato berita secara detail. Seperti diketahui kebanyakan berita yg ditawarkan berisi berita˛ yg menyedihkan, memusingkan ( membuat kita prihatin dan bikin pegal hati ) dan menakutkan ( pembunuhan ). Biasanya saya seleksi berita mana yg ingin saya baca, kebanyakan sih yg menyangkut dgn hobby atau menambah pengetahun. Hanya saja tadi, mata saya rasanya tdk bisa melewatkan sebuah judul berita "Hutan Borneo tinggal Kenangan". Hati jadi tertarik utk membacanya krn hutan ini merupakan salah satu paru˛ dunia terbesar setelah hutan di Brazil. Kebetulan kita juga berpartisipasi secara tdk langsung dgn penghijauan hutan di Borneo.
Setelah membaca berita di koran, saya bisa membayangkan betapa menyedihkan kondisi bbrp bagian hutan diBorneo . Sungguh tdk dimengerti, kenapa org˛ tersebut bisa dgn leluasa membabat pohon˛ dgn semena-mena dan meninggalkannya setelah hutan tersebut gundul. Yg parahnya lagi, penderitaan hutan kita tdk sampai disitu. Setelah habis digunduli, bumi mereka di bongkar dan dikeruk habis dgn menggunakan mesin oleh para penambang emas. Yg sgt tdk masuk diakal adalah bahwa hutan tersebut merupakan kawasan Cagar Alam, kawasan yg seharusnya dijaga dan dilindungi. Saya hanya bisa berharap semoga pemerintah bisa segera bertindak cepat utk menyelamatkan hutan˛ yg gundul dan gersang. Mudah˛an ada lembaga sosial dan pecinta alam, mau bekerja sama dgn pemerintah dan masyarakat (entah itu penduduk asli, pelajar, mahasiswa atau siapa saja) utk menghijaukan hutan yg gundul.
Sebagai contoh, wkt bulan Januari yg lalu, di negara Jerman terserang angin topan Kryll, dimana topan ini banyak menghancurkan pohon˛, rumah serta bangunan. Saya sendiri melihat hasil aksi dari topan Kryll ini, krn kebetulan saya senang berjalan˛ di hutan yg ada disekitar kota tempat tinggal saya. Sungguh menakjubkan aksi dari topan Kryll ini, tetapi juga menyedihkan krn kita melihat byk pohon˛ besar yg tadinya kokoh bergolek tak berdaya, dgn akar yg menjulang tinggi dan keluar dari sarangnya. Suatu pekerjaan besar bagi dinas kehutanan jerman saat itu, krn mereka hrs membenahi pohon˛ yg tumbang yg jumlahnya amat sgt banyak, butuh waktu bbrp bulan utk membenahi semuanya. Setelah itu mereka membuat program penanaman hutan kembali dgn melibatkan masyarakat ( dikota tempat tinggal saya ). Mereka memasang iklan dikoran, mengajak masyarakat utk berpartisipasi bersama dinas kehutanan utk menanam tunas˛ baru. Masyarakat boleh menanam pohonnya sendiri (disediakan oleh dinas kehutanan) dgn mengeluarkan uang ala kadarnya utk membantu program pembibitan. Ternyata animo masyarakat cukup besar, mereka mau menyingsingkan lengan baju utk mencangkul tanah dan juga mau mengeluarkan dana utk penghijauan. Kenapa hal spt ini tdk bisa dicontoh dinegara kita ? mungkin tdk harus spt cerita diatas krn hrs melihat sikon yg ada. Tetapi ide spt itu patut dipertimbangkan oleh dinas kehutanan krn spt diketahui mereka bekerja sgt lamban dlm penghijauan hutan