The First


Tuesday, November 13, 2007
Depresi

Mungkin banyak orang pernah mendengar kata yg satu ini atau pernah juga mengalaminya, yaitu "depresi". Ada yg kwalitasnya rendah dan masih bisa diatas oleh diri sendiri, tetapi ada pula yg kwalitasnya menengah dan juga mungkin berat. Sehingga dibutuhkan tenaga ahli utk menanganinya, baik itu dokter maupun psikologi. Sayangnya jenis penyakit yg satu ini sangat sulit dideteksi dan sering si penderita tdk menunjukkan gejala yg bisa dilihat dan ditangkap oleh mata.

Hal ini dialami oleh bbrp org yg dekat dgn kita. Seorg sahabat, mendptkan penyakit ini krn tekanan hidup dari bbrp sudut, baik dari tempat kerja, keluarga maupun pribadi. Beruntung sahabat ini cepat meraih pengobatan dari yg ahli dan saat ini sedang menjalani terapi kesehatan dan ketenangan jiwa. Yg satunya lagi saya tdk tahu dan tdk mengerti dgn penyakitnya. Sdh bbrp minggu ini dia sakit, kondisi tubuhnya sebentar sehat sebentar lemas. Segala pemeriksaan didlm tubuh sdh dijalani, ttp tdk ditemukan apapun. Sang suami menceritakan (juga seorg dokter tp dokter gigi) bhw sang istri terkena "black out alias depresi". Tdk diketahui darimana sumber depresi ini, krn dimata saya sptnya kehidupan mereka normal, standar hidup mereka juga diatas rata². Entahlah.....

So...oleh krn itu sahabat, mari kita saling mengingatkan utk selalu berdoa, bersyukur dan bersabar (saya masih belajar menjlnkan yg satu ini) dlm mengaruhi hidup ini.

Btw, jika kalian ingin membaca cerita liburan saya, kalian bisa membacanya disini.
 

 


Posted at 10:35 am by syafa
Comments (1)  




Tuesday, November 06, 2007
Korupsi...oh....korupsi

Minggu lalu seperti biasa saya telepon ke rumah utk mengetahui bagaimana kabar sanak saudara. Alhamdulillah semua dalam keadaan sehat wal'afiat walopun beberapa diantaranya sedang terserang sakit tenggorokan dan pilek. Katanya krn perubahan cuaca dari panas ke musim hujan.

Saya sempat bicara dgn seorg adik, Tito yg kebetulan baru saja tiba dirumah dari acara mengurus kelangsungan surat sertifikat tanah warisan di depok. Saat ayah meninggal, beliau sempat meninggalkan sebidang tanah utk keluarga yg ditinggalkannya. Sayangnya dahulu alhm ayah tdk sempat mengurus surat pemutihan tanah, jadi surat yg ahli waris miliki wkt itu hanya surat girik. Surat seperti ini agak berbahaya krn katanya sih kurang kuat didepan mata pengadilan. Jadi jika ada org yg ingin berbuat jahat, bisa saja mereka mengklaim bhw tanah tersebut milik mereka (kok bisa ya...).

Berhubung wkt itu kita anak²nya tdk mengerti hal² ttg birokrasi tanah warisan, jadinya kita diamkan saja. Baru 3 tahun terakhir kita berusaha utk mengurusnya dan ingin mengubahnya menjadi sertifikat yg resmi. Apalagi ada bbrp org yg berusaha mengancam utk mengklaim tanah warisan itu. Rupanya prosedur utk kesana tdk semudah membalik telapak tangan. Kalau diurutkan ke mana saja adik saya harus menghadap, benar² tdk habis pikir. Betapa sulit dan rumitnya utk mengurus selembar surat yg sampai saat ini belum juga selesai, krn selain birokrasi yg spt ular naga kita juga agak sedikit terbentur dgn biaya.

Kemarin adik saya sempat bercerita bhw dia sdh muak dan capek berhadapan dgn aparat pemerintah, seperti pak Lurah dan pak Camat, belum lagi nanti pihak Bbpn dan sejenisnya. Satu tahun yg lalu adik saya sempat menghadap pak Lurah Depok (tempat tanah warisan), saat itu adik saya hampir saja naik pitam krn pak Lurah dgn seenaknya menyebut sejumlah uang utk sekedar sebuah tanda tangan, besarnya 2,5 juta. Krn butuh akhirnya adik saya berusaha utk bernegosiasi, rupanya pak Lurah tetap keukeh, tdk mau turun harga tanda-tangannya dan pergi begitu saja meninggalkan adik saya.

Mau tdk mau minggu lalu adik saya pergi lagi ke arah Depok lagi, kali ini ke kantor kecamatan. Menurut cerita, katanya surat bisa langsung diurus ke kecamatan tanpa melalui kelurahan. Tito sdh berusaha menyiapkan mental menghadapi aparat yg berjiwa korup. Sampai disana, dia tdk bisa langsung bertemu pak camat krn beliau belum datang. Jadi hanya pegawai dikantor tersebut yg melayaninya dan harus menunggu sang pajabat tiba. Bbrp pegawai kecamatan berusaha mengorek dan memancing keterangan dari Tito, apakah tanah warisan itu mau dijual (iiihhh...kok usil yah mereka). Alhamdulillah Tito bisa bersikap ramah dan menjawab pertanyaan mereka apa adanya, bhw tanah itu tdk akan dijual. Soale kalau salah ngomong kita pasti akan kena "getok" dlm hal biaya administrasinya.

Setelah surat² dicek oleh seorg pegawai, tiba² petugas itu berkata bhw utk mengurus kelangsungan surat dibutuhkan tt pak Lurah. Tito berusaha berdebat krn katanya bisa diurus langsung ke kecamatan. Petugas kecamatan tidak mau menerangkan lebih lanjut dan menganjurkan Tito utk mendptkan tt pak Lurah. Krn kesal merasa dipingpong kesana-sini, akhirnya Tito berjalan menuju keluar utk mencari udara segar dan rupanya tanpa disangka dia bertemu Pak Lurah di tempat tersebut. Disitu Tito berusaha menerangkan maksudnya dan lagi² hrs tawar menawar. Saya bisa membayangkan betapa menyebalkan acara tawar menawar harga dgn pejabat yg seharusnya melayani kita secara "gratis" . Setelah harga cocok, adik saya disuruh datang ke kelurahan keesokan harinya.  

Baru pukul 3 sore pak Camat tiba dikantornya, wwwoooowww...hebat bukan, tapi sebenarnya itu bukan hal baru. Banyak pejabat masuk ke kantornya selalu telaaat. Setelah menunggu bbrp lama akhirnya Tito bisa berbicara langsung dgn pak Camat. Dan lagi² Tito dipancing apakah tanah itu akan dijual, mengulur² pembicaraan, seolah² tanpa dia kita tdk bisa berbuat apa². Kemudian pembicaraan berganti ke arah tarif tanda tangan. Waktu mendengar cerita Tito berapa tarif tt pak Camat, saya cuma bisa meringis. Apalagi pak Camat berkata bhw itu sdh menjadi peraturan dan tertulis. Langsung saya tertawak ngakak, tidak habis pikir, geleng² kepala dan merasa aneh bhw sekarang pak Camat memasang tarif utk sebuah tt. Adik saya membaca sendiri peraturan tersebut yg tergeletak diatas meja pak Camat, yg isinya bhw kita hrs membayar 1% dari NJOP (nilai jual objek pajak atau tanah) tp Tito tidak tahu apakah itu peraturan resmi atau tdk, benar² peraturan yg aneh. Bukankah tugas mereka melayani masyarakat, selain itu mereka juga sdh mendapatkan gaji resmi. Saya tdk yakin ada peraturan semacam itu dan merasa bahwa itu hanya akal²an pak Camat saja. Lalu adik saya berusaha nego harga, tarik ulur pembicaraan dgn pak Camat (masak peraturan bisa dinego sih ???). Ujung²nya adik saya hrs keluar uang hampir 4 juta, cuma utk sebuah tanda tangan, tanpa ada bukti pembayaran dari kecamatan, padahal katanya itu sdh menjadi peraturan resmi.

Untuk tanda tangan pak Lurah, adik saya harus membayar 1,5 juta. Itu pun sempat tertahan krn ternyata pak Lurah salah menyebutkan tarif dan tdk mau menerima Tito secara langsung (mungkin malu krn salah nyebut tarif) dan menyuruh sekretarisnya. Untungnya sang sekretaris tdk mau mengabulkan permintaan atasannya utk meminta uang tambahan ke Tito krn dia tahu bhw biasanya besar biaya "tempel" hanya 500 ribu. Ibu sekretaris berbicara langsung ke Tito bhw biaya yg dia bayar sdh termasuk besar dan biasanya pak Lurah menahan urusan tersebut hingga ke akhir masa jabatan. Jadi nanti org yg berusaha mendptkan tt pak Lurah hrs mengurus dan membayar 2x, yaitu biaya tt Lurah yg Lama dan biaya tt Lurah yg baru. Untungnya adik saya ulet, jadi surat tdk tertahan lama. Apalagi kata ibu Sekretaris sebentar lagi masa jabatan pak Lurah akan berganti. Pfuuuiiih.......untung aja tt sdh didpt. Rupanya trik seperti itu sudah biasa dilakukan dibanyak kantor pejabat pemerintahan.

Sekarang surat sertifikat tanah baru 1/2 jadi, tinggal mengurus ke bbrp instansi selanjutnya dan itu hrs menunggu utk beberapa saat krn kita hrs mempersiapkan mental dan dana yg kali ini akan lebih besar dari yg sebelumnya.

 

 


Posted at 08:56 am by syafa
Comments (3)  




Monday, October 22, 2007
Ayah

Pagi ini saya iseng lagi membuka Youtube, mencari² pop lama. Setelah mendengar beberapa lagu Tety kadi dan D'Loyd lalu saya landas di lagu²nya Ebiet G Ade. Saya klik lagu berjudul "Ayah" ......Ya Allah ya Rabbi, tanpa terasa saya meneteskan airmata dengan derasnya. Teringat akan ayah yang sudah dipanggil olehNya.

Saya sangat menyukai lirik lagu² yg dinyanyikan oleh Ebiet, penuh makna akan hidup serta renungan. Tidak seperti lagu² jaman sekarang yang kebanyakan berisi mimpi dan kecengengan cinta.


Posted at 09:30 am by syafa
Comments (1)  




Thursday, October 18, 2007
BIMBO

Tentunya nama group musik yang satu ini anda kenal dooonk ?! Saya kenal group ini sejak saya masih imut sekitar akhir tahun 70 an. Waktu itu teh Iin Parlina masih sangat muda, langsing, bercelana model cut-brai dan berdasi. Lagu² yg mereka bawakan sangat saya suka, mulai dari pop Indonesia hingga lagu sunda. Demikian juga dgn lagu² rohani mereka. Terkadang saya bisa berlinang air mata jika mendengarkan lagu² ini.

Sejak tinggal ditanah rantau saya tidak pernah lagi melihat pertunjukan musik mereka. Alhamdulillah...berkat Youtube sekarang saya bisa melihat beberapa konser mereka, misalnya ini:

Kisah Seorang Biduan

Untuk karaoke lagu rohani mereka, kalian tinggal mencari judulnya saja. Selamat menikmati.


Posted at 11:12 am by syafa
Comments (1)  




Monday, September 24, 2007
Hutanku yg gundul

Sebenarnya saya sdh lama tdk mau membaca koran ato berita secara detail. Seperti diketahui kebanyakan berita yg ditawarkan berisi berita² yg menyedihkan, memusingkan ( membuat kita prihatin dan bikin pegal hati ) dan menakutkan ( pembunuhan ). Biasanya saya seleksi berita mana yg ingin saya baca, kebanyakan sih yg menyangkut dgn hobby atau menambah pengetahun. Hanya saja tadi, mata saya rasanya tdk bisa melewatkan sebuah judul berita "Hutan Borneo tinggal Kenangan". Hati jadi tertarik utk membacanya krn hutan ini merupakan salah satu paru² dunia terbesar setelah hutan di Brazil. Kebetulan kita juga berpartisipasi secara tdk langsung dgn penghijauan hutan di Borneo.

Setelah membaca berita di koran, saya bisa membayangkan betapa menyedihkan kondisi bbrp bagian hutan diBorneo . Sungguh tdk dimengerti, kenapa org² tersebut bisa dgn leluasa membabat pohon² dgn semena-mena dan meninggalkannya setelah hutan tersebut gundul. Yg parahnya lagi, penderitaan hutan kita tdk sampai disitu. Setelah habis digunduli, bumi mereka di bongkar dan dikeruk habis dgn menggunakan mesin oleh para penambang emas. Yg sgt tdk masuk diakal adalah bahwa hutan tersebut merupakan kawasan Cagar Alam, kawasan yg seharusnya dijaga dan dilindungi. Saya hanya bisa berharap semoga pemerintah bisa segera bertindak cepat utk menyelamatkan hutan² yg gundul dan gersang. Mudah²an ada lembaga sosial dan pecinta alam, mau bekerja sama dgn pemerintah dan masyarakat (entah itu penduduk asli, pelajar, mahasiswa atau siapa saja) utk menghijaukan hutan yg gundul.

Sebagai contoh, wkt bulan Januari yg lalu, di negara Jerman terserang angin topan Kryll, dimana topan ini banyak menghancurkan pohon², rumah serta bangunan. Saya sendiri melihat hasil aksi dari topan Kryll ini, krn kebetulan saya senang berjalan² di hutan yg ada disekitar kota tempat tinggal saya. Sungguh menakjubkan aksi dari topan Kryll ini, tetapi juga menyedihkan krn kita melihat byk pohon² besar yg tadinya kokoh bergolek tak berdaya, dgn akar yg menjulang tinggi dan keluar dari sarangnya. Suatu pekerjaan besar bagi dinas kehutanan jerman saat itu, krn mereka hrs membenahi pohon² yg tumbang yg jumlahnya amat sgt banyak, butuh waktu bbrp bulan utk membenahi semuanya. Setelah itu mereka membuat program penanaman hutan kembali dgn melibatkan masyarakat ( dikota tempat tinggal saya ). Mereka memasang iklan dikoran, mengajak masyarakat utk berpartisipasi bersama dinas kehutanan utk menanam tunas² baru. Masyarakat boleh menanam pohonnya sendiri (disediakan oleh dinas kehutanan) dgn mengeluarkan uang ala kadarnya utk membantu program pembibitan. Ternyata animo masyarakat cukup besar, mereka mau menyingsingkan lengan baju utk mencangkul tanah dan juga mau mengeluarkan dana utk penghijauan. Kenapa hal spt ini tdk bisa dicontoh dinegara kita ? mungkin tdk harus spt cerita diatas krn hrs melihat sikon yg ada. Tetapi ide spt itu patut dipertimbangkan oleh dinas kehutanan krn spt diketahui mereka bekerja sgt lamban dlm penghijauan hutan


Posted at 08:39 am by syafa
Comments (1)  




Friday, September 07, 2007
Ramadhan

Ahlan Wasahlan Ya Ramadhan.....

Tidak terasa akhirnya bulan suci yang banyak ditunggu oleh kaum muslimin dan muslimah sudah berada diambang pintu. Dari lubuk hati yang terdalam, saya mohon untuk dibukakan pintu maaf yang seluas²nya oleh para sahabat, teman dan pengunjung sekalian. Semoga kita semua dapat menjalan ibadah puasa kali ini dengan lebih hikmad dan diberi kesehatan hingga hari Kemenangan.

Seiring dgn ini pula, saya akan hiatus dari blog ini untuk batas waktu yg tidak ditentukan. Saya ingin lebih berkonsentrasi dgn blog masakan. Insya Allah saya akan mengunjungi blog sahabat sekalian.

 

Wassalam,
Ida


Posted at 10:33 am by syafa
Comments (2)  




Thursday, August 16, 2007
Herzlichen Glükwunsch

Ist er in diesem Foto nicht süß  ???  Ich glaube, Ihr kann schon raten, wer ist das Baby auf dem Foto. Yap...das ist mein Schatzy, der liebe Uwe.

                 

Aber die Zeit geht schnell vor bei. Jetzt ist er mein Mann geworden. 
Alles Liebe und Gute zum Geburtstag mein Uwi

        

    Viel Glück und viel Segen
    Auf all deinen Wegen
    Gesundheit unf Freude
    sei auch mit da bei

    Ich liebe dich "deine Frau".

 


Posted at 08:08 am by syafa
Comments (1)  




Monday, August 13, 2007
ISS

Semalam kira² jam 11, uwe ngajakin saya pergi ke kebun utk menemani dia yg ingin melihat ISS ( International Space Station ) yg sebentar lagi akan lewat diatas rumah kita. Sebenarnya kita sdh pernah beberapa kali melihat ISS tetapi hanya secara kebetulan saja. Malam itu uwe mempersiapkan teleskop utk dpt melihat satelit itu dgn lebih jelas.
Sangat menarik melihat titik bola kecil menyala yg berjalan dgn sangat cepat, dalam hitungan beberapa detik titik putih tersebut menghilang dari pandangan kita dgn meninggalkan warna orange dan kemudian lenyap. Menurut uwe, itu menandakan bahwa dibagian lain dari bumi sedang terjadi peristiwa matahari terbenam. Jika ingin mengetahui ttg ISS, baca disini aja yah.

Jujur saja saya kurang mengerti tentang hal ini, hanya terkadang saya tertarik memperhatikan pemandangan langit dimalam hari, utk melihat gugusan bintang, bulan, satelit² yg beredar serta komet (ini favorit saya). Krn saya tinggal dipusat kota, sering kali pemandangan di langit jadi kurang jelas krn terpantul oleh sinar lampu yg ada disekitar kota. Paling enak kalau ingin memperhatikan langit kita harus keluar dari pusat kota, maka kita akan mendptkan pemandangan langit yg cukup pekat dan sinar bintang yg sangat indah.
Saya pernah loh jam 12 malam diajak pergi ke pusat peneropong bintang yg ada dikota tetangga. Kebetulan saat itu ada bbrp ahli perbintangan, disana kita bisa melihat melalui teropong khusus bbrp jenis galaksi dan bintang dgn struktur dan warna² yg menarik. Jika kita mempunyai pertanyaan bisa ditanyakan langsung kpd ahlinya. Tetapi krn pengetahuan saya masih nol, jadinya cuma bisa manggut² sambil terpesona melihatnya .

 


Posted at 09:26 am by syafa
Comments (1)  




Wednesday, August 01, 2007
Ein Schöner Tag

Hari ini matahari bersinar cukup sumingrah, lebih hangat dari hari² sebelumnya. Tadi siang saya membuat kuker (kue kering) sagu-keju, kebetulan ada sisa keju dari bulan yg lalu. Rasanya masih cukup lumayan tetapi kurang uhuy kalo dimakan dgn roti. So...jadi saya putuskan utk dibuat kuker aja deh (resep ada di blog sebelah). Tapi bener kok, kalo anda ingin keju yg anda beli bisa tahan lama, coba anda vacum dan letakkan di kulkas. Insya Allah dlm waktu sebulan aroma dan rasa keju tdk berubah. Bikin kuker keju-sagu ini tdk sulit, jadinya cukup banyak lagi.

Sore harinya saya putuskan utk memotong rumput, mumpung rumput sdh kering terkena sinar matahari. Cukup melelahkan juga acara memotong rumput ini, untung saja datang bantuan dari si abang, dia akhirnya yg ambil alih. Saya memutuskan utk naik ke atap garasi mutti, ingin membersihkan atap itu dari kotoran buah pflaum yg bergeletakan disana. Kebetulan disebelah/belakang kebun kita ada sepetak tanah milik pemkot Osna. Diatas lahan itu tumbuh banyak pepohonan, baik pohon biasa maupun buah²an, ada buah Cherry, apel maupun plum. Kebetulan pohon plum ini letaknya sangat dekat dgn atap garasi mutti. Jadi kalau ada buah yg sdh ranum, banyak yg jatuh kesana. 

          

Ceritanya hari itu saya sengaja yg ingin membersihkannya sekalian ingin memetik buah plum yg sdh matang. Habis sayang kalau dibiarkan berjatuhan dan berserakan begitu saya, jadi mirip sampah. Uwe membantu saya memasang tangga ke arah atap garasi sambil wanti² krn saya memakai sandal yg ada hak-nya saat naik tangga. Saya memetik buah ini cukup banyak, mungkin sekitar 4 kg. Saya belum tahu akan dibuat apa buah sebanyak itu. Mutti mengusulkan utk membuat pflaum kuchen, ya.....kita lihat nanti saja lah yah. Sekarang saya mo istirahat dulu, sekedar meluruskan kaki sambil menikmati suasana kebun yg baru saja di bersihkan....beneran deh...hari ini benar² indah.

 


Posted at 09:25 pm by syafa
Comments (1)  




Sunday, July 15, 2007
Buttercream

Minggu lalu ceritanya saya ingin sekali latihan membuat motif² hiasan kue dari buttercream. Lalu saya coba cari di bbrp S'market sini mengenai mentega putih, suer...tidak ketemu. Ada juga palmin tapi kok mentega ini keras sekali, mirip coklat batangan. Setahu saya palmin hanya dipakai utk menggoreng, aromanya tdk sedap bo. Krn putus asa, lalu saya coba menggunakan margarine yg dicampur dgn gula halus.....hasilnya....tetap terlalu lembek, motifnya cepat sekali mencair....hiks...hiks...hiks.....sedih rek...

Mungkin kalian bertanya kenapa saya memilih buttercream? ya.....krn buttercream sgt praktis dipakai utk latihan, jika sdh selesai bisa ditaruh di tempat yg agak dingin utk kemudian nanti dipakai lagi. Jika saya memakai cream cair (sahne), ini kan repot krn bahan ini adalah bahan segar, tdk bisa tahan berhari².

Memang, kalo di indo kan buttercream bisa beli di TBK (toko bahan kue), tinggal pilih mo yg sdh jadi atau mau yg adonannya ngeracik sendiri. Truz juga...ada buttercream yg cuma utk latihan (harganya yg murah) ato buttercream yg benaran. Pokoke kalo di Indo bahan² utk bikin kue sdh sgt lengkap dan mudah didapat.

Makane niiih....saya mo minta tulunk kpd rekan yg mengerti dan tahu ttg buttercream, dimana saya bisa membeli mentega putih dan apakah kalian sdh pernah mencoba membuat sendiri adonan buttercream ditanah rantau ini ? mohon info dan tips-nya yah.

Truuuz, ini ada foto² yg tersisa dari kursus kue yg lalu. Motif² tersebut hanya sebagian kecil dari dunia cake decorating (wong ini kan kursus dasar I), jika ingin hasilnya lebih kreatif dan bagus ya...kita harus latihan sendiri. Sorry kalo fotonya kurang jelas, maklum....konsentrasi sdh tipis jadi salah nyeting. Ato ada kue yg belum selesai krn jari² tangan sdh gemeteran, ato ada kue yg motifnya kesenggol krn menteganya sdh kegerahan.

 

 

 

 

 


Posted at 10:44 am by syafa
Comments (1)  




Next Page


Selamat Datang, Welcome, Willkommen, Bienvenue.....

Hi.....My name is Syaidah Fauziah, but you can call me 'Ida'. I come from Indonesia (South-East Asia) but in this moment I live with my hubby in a small city in the northern part of Germany. Thanks for coming along in my blog and I hope you'll enjoy it.



<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



Aneka Links

Foto Album
Album I
Album II
Album III

Resep
Dewi's
Ida's
Resep Indosiar
Riana's
Sedap Sekejap

Tetangga
Chichi
Diah
Dian
Durin
Elsa
Eva
Evelyn
Ida
Ika
Ima
Inong
Intan
J-si
Linae
Maknyak
Miya
Nike
Noenky
Nug
Retno
Syl
Zubia

Info Rohani
Eramoslem
Islamic Finder
Islam.de

Lain-lain
Blogfam


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


rss feed






Blogdrive